Perisai Brazza - Senjata Tradisional Papua Selatan
Perisai dari wilayah Brazza merupakan salah satu yang terdokumentasi secara rinci dalam Ekspedisi Heidelberg I tahun 1971 oleh Dr. Gunter dan Ursula Konrad. Motif yang digunakan mencakup kombinasi Warat Wow (burung sungai) dan Bipane/Pane Wow (hiasan hidung khas Asmat). Motif burung menggambarkan sayap yang membentang, menandakan kebebasan dan perlindungan dari roh langit, sedangkan Bipane Wow melambangkan status sosial dan afiliasi terhadap klan tertentu. Perisai Brazza tidak hanya digunakan sebagai alat perang, tetapi juga sebagai simbol peralihan nilai—dari alat pengayauan menjadi artefak budaya dan spiritual. Warna-warna alami yang digunakan, dikombinasikan dengan bentuk-bentuk melengkung, menjadikan perisai ini sebagai representasi harmoni antara manusia, roh leluhur, dan alam sekitar